Sekilas tentang Belanda dan Rotterdam

Tentang Belanda dan Rotterdam
Kehidupan pelajar Indonesia yang “merantau” ke Belanda, Rotterdam khususnya, memang berbeda dengan kehidupan pelajar di Indonesia. Tinggal di negeri orang, culture shock bisa melanda. Tinggal sendiri, homesick bisa menyerang. Terlepas dari itu semua, tentu saja tinggal dan kuliah di Rotterdam itu “fun” abis! Artikel ini mengulas gambaran tentang Belanda dan juga kehidupan pelajar Indonesia di Rotterdam

Kincir angin, sepatu kayu, dam, bunga tulip…

Belanda menawarkan lebih dari itu. Negeri bawah laut ini patut berbangga dengan predikat negeri bunga tulipnya. Artikel ini akan membahas seulas tentang Belanda dan juga tentang Rotterdam pada khususnya.

Belanda adalah salah satu negara kecil di Eropa yang termasuk salah satu negara dengan perekonomian dan rata kesejahteraan masyarakat yang tinggi. Belanda terkenal dengan sektor agrarisnya, sektor industri (Phillips, Ahold, dan Unilever merupakan blue chip industri di Belanda), dan sektor maritimnya.

Secara geografis, Belanda mempunyai empat musim (salju, semi, panas, dan gugur). Berada di ujung Barat Eropa dan mempunyai ketinggian di bawah laut, Belanda juga terkenal mempunyai cuaca yang berubah ubah. Kedua terburuk setelah Inggris. Dalam satu hari, cuaca dapat berubah dari hujan, panas, berangin, sampai salju! Hal yang normal terjadi di Belanda dan banyak membuat kita, pelajar Indonesia, frustasi bagaimana harus memakai baju yang tepat. Buruknya cuaca ini tersebar di seluruh kota di Belanda, termasuk Rotterdam.

Kincir angin, sepatu kayu, dam, bunga tulip, dan keju memang merupakan icon terkenal sebagai simbol dari Belanda. Namun, sebenarnya tidak banyak juga tersisa kincir angin, dan orang-orang yang memakai sepatu kayu. Apalagi untuk Rotterdam yang merupakan kota besar Belanda. Bunga tulip menjadi icon penting selama musim semi dan panas.

Belanda semakin mengukuhkan diri sebagai negara kecil yang multikultural. Hal ini dikarenakan banyaknya ekspatriat yang bekerja atau bersekolah di Belanda. Utamanya Rotterdam, 70% penduduk Rotterdam adalah pendatang yang berasal dari berbagai negara, seperti Indonesia (tentu saja!), Turky, Maroko, Surinaam, Afrika, Amerika, dan negara Eropa lainnya. Masyarakat di Rotterdam cenderung sangat toleran terhadap perbedaan budaya. Masyarakat Rotterdam sudah terbiasa akan hidup berdampingan dengan berbagai macam karakter dan budaya. Faktor ini dipengaruhi oleh usaha pemerintah Rotterdam yang akitif menyelenggarakan acara kota untuk masyarakat umum seperti Dance Festival, Museum Day, atau Erwtensoep Day!

Tentang Rotterdam…
Rotterdam adalah kota pelabuhan teramai di dunia dan termasuk kota yang berkatrakter karena Rotterdam berbeda dengan kota lainnya di Belanda. Disaat kota lain cantik dengan bangunan dan atmosfer kota tuanya, Rotterdam gagah dengan atmosfer modern dan kota barunya. Sekitar 80% bangunan di Rotterdam mengadopsi arsitektur modern dan kontemporer. Ikon arsitektur terkenal dari Rotterdam adalah Erasmus Bridge, Cubic House, dan Euromast. Banyak orang berkomentar bahwa Rotterdam adalah “grey city” karena banyaknya bangunan modern dan ruang yang lapang di kotanya. Rotterdam bisa bersolek, namun cantik tidaknya kota Rotterdam, sangat bergantung atas opini pribadi kita. Satu yang pasti: Rotterdam adalah kota modern dengan berbagai warna-warninya.

Ditulis oleh: Khrisma Fitriasari
Tanggal: 02 May 2005