ISG edisi November 2011

Indonesian Scholar Gathering (ISG) edisi November kali ini mengangkat tema ‘Hubungan BPK, KPK, BPKP, dan PNS Dalam Perspektif Generasi Muda’ Diadakan pada Jumat, 2 Desember 2011 dan bertempat di gedung G, Universitas Erasmus-Woudestein, ISG kali ini dihadiri oleh 23 peserta. Pembicara dalam ISG kali ini adalah Rahmijusti Khairul. Menyelesaikan pendidikan S1 jurusan Manajemen di Universitas Andalas dan Akuntansi di Universitas Indonesia, Mbak Rahmi saat ini sedang menempuh pendidikan S2 di Accounting, Auditing, and Control Erasmus University Rotterdam. Mbak Rahmi sendiri saat ini adalah auditor Administrasi Umum BPK wilayah Sumatera Barat.

Diskusi dibuka dengan penjelasan secara singkat mengenai definisi korupsi. Dilanjutkan dengan unsure-unsur tindak pidana korupsi dan sekilas peraturan perundang – undangan di Indonesia mengenai korupsi. Setelah itu, Mbak Rahmi menjelaskan lebih detail mengenai hubungan antara BPK Republik Indonesia, BPKP, dan KPK, dimulai dari tugas masing – masing organisasi sampai dengan tingkat kewenangan dalam tingkat nasional. Sebagai bagian dari BPK, Mbak Rahmi memberikan banyak informasi positif dan baru kepada peserta diskusi berkaitan dengan banyaknya persepsi miring akan kinerja BPK, BPKP dan KPK. Di akhir diskusi, Mbak Rahmi juga memberikan pengetahuan mengenai PNS. Dimulai dari definisi PNS, ciri profesionalisme, moratorium PNS (penghentian sementara perekrutan PNS 1 September 2011 – 31 Desember 2012), sampai dengan pola pikir negatif tentang PNS.

Selama diskusi berlangsung, antusiasme peserta terlihat tinggi. Interaksi berupa tanya jawab antara pembicara dan peserta terus berlangsung sejak dimulainya presentasi sampai acara berakhir pukul 19.30. Banyak peserta penasaran tentang situasi yang mendorong tindak korupsi yang dilakukan badan – badan keuangan dan bagaimana tindak korupsi itu terlaksana. Beberapa peserta juga bertanya mengenai sistem otoritas dari badan – badan keuangan tersebut dan suka duka menjadi PNS. Yang menarik dari diskusi ini adalah banyaknya salah sangka yang terjadi dari publik terhadap badan – badan keuangan di Indonesia. Maraknya pemberitaan mengenai tindak korupsi pegawai badan keuangan menimbulkan pemikiran bahwa secara keseluruhan sistem yang bekerja sudah tidak benar. Tetapi, dengan pengalaman dan pengetahuan Mbak Rahmi, kita semua mengetahui bahwa sumber daya manusia yang dapat dipercaya masih sangat banyak dalam sistem badan keuangan tersebut.

Ditulis oleh

Wardah Wulandari Pertiwi

This entry was posted in Indonesian Scholar Gathering (ISG), Liputan Kegiatan. Bookmark the permalink.