Liputan ISG Edisi Januari

ISG edisi Januari menghadirkan pembicara Dudy Fredi, yang terdaftar sebagai mahasiwa program Master  International MSc of Environmental Tech & Eng. Topik yang dibahas pada hari ini sangat menarik yaitu Menjaga Lingkungan. Hal ini menjadi sangat penting dikarenakan oleh isu pemanasan global yang menjangkiti bumi kita. Kualitas lingkungan yang buruk dan negatif akan mempengaruhi kualitas hidup semua penduduk bumi khususnya dalam penyebaran sumber penyakit dan mengakibatkan  kerugian pada perekonomian nasional. Indonesia juga sangatlah rentan terhadapbencana alam termasuk kenaikan permukaan laut, dan dampak perubahan iklim akan dirasakan di berbagai sektor. ISG kali ini membahas lingkungan yang meliputi air, tanah dan udara.

Air merupakan sumber utama akan penghidupan manusia. Kebutuhan air bersih di dunia kian meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah populasi manusia di muka bumi. Di sisi lain sumber air bersih kian menipis terutama dikarenakan berkurangnya jumlah pohon-pohon yang ada di pegunakan dan perbukitan. Walaupun Indonesia mendapatkan curah hujan yang tinggi di musim penghujan, pada saat musim kemarau Indonesia mengalami kesulitan air yang sangat besar terutama pada sector pertanian khususnya lahan pertanian padi. Hal lain yang sangat memprihatinkan akan masalah air pada lingkungan adalah keberadaan sungai yang tercemar oleh banyaknya pabrik-pabrik yang membuang limbah cair tak terolah ke sungai. Limbah tersebut menyebabkan pencemaran pada sungai tersebut yang membuat biota air mati.

Tanah di Indonesia merupakan lahan yang sangat subur. Hal ini dibuktikan dengan tingginya tingkat pertumbuhan lahan pertanian dan perkebunan. Dari sudut pandang ekonomi hal ini tentulah sangat baik karena meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan. Namun sangat disayangkan, masyarakat (atau pengusaha) di Indonesia membuaka lahan pertanian dan perkebunan dengan cara menebang dan membakar lahan hutan khususnya di Sumatra dan Kalimantan. Lahan tanah yang pernah dipakai untuk menanam tanaman seperti sawit tidak diregenerasi yang membuat tanah menjadi tidak subur. Selain itu, tindakan penambangan mineral besar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tidalah mengembalikan tanah yang telah digali seperti sedia kala. Hasilnya adalah tanah yang pernah dijadikan area tambang menjadi rusak (mayoritas menjadi lubang yang sangat besar) yang telah terkontaminasi zat-zat kimia.

Aspek terakhir yang dibahas adalah kualitas udara yang pada umumnya sangat buruk terutama di kota-kota besar. Hal ini disebabkan banyaknya kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik yang menyebabkan polusi udara. Pemerintah kota besar khususnya Jakarta telah merespon hal tersebut dengan mengadakan car free day setiap sebulan sekali di akhir bulan di sepanjang jalan Thamrin dan Sudirman.

ISG kali ini disimpulkan bahwa ada dua efek yang berbeda akan peningkatan kesehteraan ekonomi dan dampak lingkungan. Kitasebagai pelajar, sangat memahami permasalahan lingkungan di Indonesia sangatlahkompleks. Perlu banyak pihak yang saling terkait untuk mengatasinya. Namun menyerahkan sepenuhnya kepada orang lain tidak akan membantu, karena kerusakan lingkungan terus berlangsung.  Sudah saatnya, setidaknya kita sebagai pribadi peduli akan lingkungan. Sebagai pelajar, kita bisa melakukan hal kecil dengan membuang sampah pada tempatnya, menggunakan angkutan public dibandingkan mobil pribadi, menghemat pemakaian listrik dan air.

Ditulis oleh

Ardine Agristi

This entry was posted in Indonesian Scholar Gathering (ISG), Liputan Kegiatan. Bookmark the permalink.