Laporan Kegiatan ISG edisi Mei 2012

Indonesian Scholar Gathering (ISG) edisi Mei kali ini mengangkat tema “Hal-Hal Esensil dari Hukum Perjanjian.” Berlokasi di gedung L, Universitas Erasmus-Woudestein, pada tanggal 29 Mei 2012, ISG kali ini dihadiri 9 peserta. Kali ini, hadir sebagai pembicara adalah Ibu Fully Handayani Ridwan, S.H., M.Kn. Menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Hukum, Jurusan Hukum Internasional, Universitas Indonesia dan S2 Magister Kenotariatan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, saat ini Ibu Fully tengah menempuh Exchange Lecturer Programme di Erasmus School of Law, Rotterdam. Sampai saat ini Ibu Fully sendiri masih aktif sebagai notaris di Indonesia dan pengajar di Universitas Indonesia, Universitas Paramadina, dan Universitas Al-Azhar Indonesia.

Diskusi dibuka dengan definisi mengenai perjanjian, perikatan, kontrak, dan kontrak bisnis. Dilanjutkan dengan pengaturan, sistem, dan sifat hukum perjanjian. Dalam diskusi disebutkan bahwa hukum perjanjian diatur dalam buku III KUHPERDATA dan menganut sistem terbuka dengan syarat tidak bertentangan undang-undang, kesusilaan, ketertiban umum, kepatutan, dan kebiasaan (asas Kebebasan Berkontrak). Dengan diaturnya hal tersebut dalam hukum Indonesia, wajar saja kalau kita banyak menemukan masyarakat melakukan kontrak bisnis. Diskusi dilanjutkan dengan batasan-batasan dalam kontrak bisnis yang seringkali menimbulkan persengketaan di masyarakat. Ibu Fully menjelaskan secara detail mengenai ketentuan hukum perjanjian, sumber-sumber hukum dan asas-asas hukum perjanjian, unsur-unsur perjanjian, syarat sahnya perjanjian, dan sebab lalai dalam perjanjian. Para pelaku dalam hukum perjanjian, subyek dan obyek beserta kewajiban-kewajibannya juga dijelaskan kepada peserta untuk menginformasikan tanggung jawab sebagai individu yang terlibat dalam perjanjian. Presentasi lalu ditutup dengan langkah-langkah pembuatan kontrak dan anatomi isi kontrak.

Diskusi berlangsung dengan lancar dan tampak tingginya antusiasme peserta. Selama acara berlangsung kerap terlihat interaksi berupa tanya jawab dengan pembicara. Adapun beberapa interaksi membahas mengenai persengketaan dalam perjanjian dan perjanjian pra-nikah. Yang menarik dari diskusi ISG kali ini adalah banyaknya pengetahuan lebih dalam mengenai dinamika hukum perjanjian di Indonesia beserta komponen-komponennya yang akan sangat membantu kita untuk menghindari persengketaan di masa mendatang.

Dilaporkan oleh:

Wardah Wulandari

This entry was posted in Indonesian Scholar Gathering (ISG), Liputan Kegiatan. Bookmark the permalink.