Laporan Kegiatan Divisi Pendidikan: ISG Edisi Maret

Pada hari Kamis, 21 Maret 2013 PPI Rotterdam kembali mengadakan acara rutin Indonesian Scholars Gathering dengan tajuk “Potensi Perekonomian Indonesia di Mata Dunia” dengan sub-tema MP3EI: Faktor Pasar dan Negara. Pada kesempatan kali ini, PPI Rotterdam kedatangan tamu spesial, yaitu Prof. Dr. Didik J. Rachbini yang akrab disapa Pak Rachbini. Beliau merupakan anggota Komite Ekonomi Nasional Indonesia yang telah berpangalaman menjadi Pengamat Ekonomi Nasional selama bertahun-tahun. Acara ini diselenggarakan atas inisiasi Pak Rachbini yang ingin berdiskusi dengan para pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.

ISG dimulai dengan pertanyaan pembuka: Ketika faktor pasar menjadi penggerak perekonomian di Indonesia, apakah pemerintahan dalam urusan perekonomian masih dibutuhkan? Beliau mengemukakan bahwa pasar adalah tatanan spontan yg berkembang, yg kemudian menjadi penggerak perkenomian. Maka ketika transaksi dalam pasar yang tidak lagi membutuhkan campur tangan pemerintah ataupun institusi dan lembaga lainnya yg berjalan secara spontan dalam jumlah jutaan, hal itu mengarah pada kapitalisme. Dalam sistem modern, pasar tumbuh berlipat ganda.

Sehubungan dengan kondisi perekonomian di Indonesia,
Indonesia telah mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi namun belum cukup cepat bila dibandingkan dengan tahun 1985-1995 dan bila dibandingkan dengan negara India dan Cina. Meskipun terjadi penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran, namun kesenjangan sosial terus meningkat. Meskipun begitu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pun dinilai cukup signifikan.

Pasar dunia usaha dan swasta, masyarakat bertumbuh kembang dengan baik. Dengan rata-rata penduduk yang tergolong dalam usia muda (di bawah 27 tahun), maka masyarakat diperkirakan dapat meningkatkan produktivitas dan mempercepat perkembangan ekonomi Indonesia.

Salah satu masalah yang dihadapi sistem perekonomian Indonesia adalah sistem birokrasi yang kompleks. Sistem birokrasi yang merupakan warisan Belanda tersebut, belum diperbaiki untuk menyesuaikan perkembangan yang ada. Akibatnya, hal tersebut dapat memperlambat perkembangan perekonomian Indonesia di masa depan.

Akhrinya, dikusi ini ditutup dengan kesimpulan bahwa faktor pasar dan negara mempunyai peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Hal ini sehubungan dengan fakta bahwa kondisi negara sebagai regulator dan pasar sebagai investor dinilai belum seimbang.

Dilaporkan oleh: Rasyida Noor

ISG Edisi Maret

This entry was posted in Indonesian Scholar Gathering (ISG), Liputan Kegiatan. Bookmark the permalink.